Jumat, 02 Juni 2017

Jual Motor "Vixion" dan Ganti "Supra", Cowok Ini Ditinggal Ceweknya. Tapi Terjadi Selanjutnya Malah...

Jual Motor "Vixion" dan Ganti "Supra", Cowok Ini Ditinggal Ceweknya. Tapi Terjadi Selanjutnya Malah....
Dalamnya laut bisa ditebak, dalamnya hati siapa yang tahu. Mungkin bukan seperti pepatah tersebut maksud cowok ini. Tapi akhirnya ia membuktikan tanpa sengaja. Karena cintanya yang begitu kuat cowok ini bekerja keras demi kehidupan yang lebih baik bersama pacar yang dicintainya.
Vino, lelaki yang sedang menjalin hubungan asmara dengan perempuan bernama Ayu itu harus menelan kekecewaan. Sebab mati-matian ia berjuang membahagiakan pacarnya, namun belakangan perempuan itu seperti tak punya hati. Gara-gara jual motor Vixion dan membeli Supra, Ayu tega mengaku telah memiliki pacar baru bermotor Ninja. Demikian dikutip dari bombastis.com, 

Bermula Saat Vino Menjual Vixion Dan Membeli Supra

Ceweknya tidak tahu kalau ini supranya

Kisah Vino dan Ayu menjadi viral saat screenshoot Whatsaap keduanya tersebar melalui unggahan Facebook akun Hendri di grup Info WONG SOLO pada 30 Mei 2017 lalu. Berawal dari si cowok bernama Vino mengaku kepada kekasihnya bahwa telah menjual motor Vixion miliknya. Vino juga memberitahukan telah membeli Supra sebagai gantinya.  Si perempuan pun spontan protes mengapa Vino harus membeli Supra. Lelaki itu pun menjelaskan jika dirinya hanya mampu membeli Supra.

Tiba-tiba Pacar Vino Mengaku Telah Memiliki Gebetan Baru

Chat Vino dan Ayu
Setelah mendengar penjelasan Vino yang hanya mampu membeli Supra, Ayu malah spontan memberikan pengakuan mengejutkan. Perempuan itu menjelaskan bahwa dirinya telah memiliki gebetan baru yang memiliki motor Ninja. Ayu pun dengan santai meminta maaf pada Vino seolah benar-benar ingin mengakhiri hubungan keduanya.

Vino Berusaha Menjelaskan Perjuangannya Membahagiakan Ayu

Chat Vino dan Ayu
Mendengar wanita yang ia cintai berniat memilih orang lain, Vino pun menjelaskan bahwa dirinya mati-matian bekerja untuk membahagiakan Ayu. Perempuan itu sekali lagi meminta maaf. Vino yang mulai tersulut emosi lantas bertanya apa Ayu mengetahui Supra yang ia beli. Ayu balik mengira Supra yang dimaksud adalah motor jaman dulu yang mengingatkan perempuan itu pada masa-masa susah kehidupan keluarganya. Ayu bahkan membayangkan jika dirinya boncengan motor dengan Vino akan bersedih sebab terkenang hal itu.

Supra yang Dimaksud Mobil Supra, Bukan Motor

Chat Vino dan Ayu
Mendengar Ayu malah menjelaskan motor Supra, akhirnya Vino menyadari bahwa kekasihnya berubah menjadi sosok perempuan matre. Seperti tak lagi kuat menahan emosi, Vino pun mengirim gambar Supra yang dia beli. Dan ternyata, Supra yang dimaksud adalah mobil Toyota Supra. Lelaki itu kembali menjelaskan betapa ia telah bekerja keras lembur hingga malam untuk membahagiakan kekasihnya. Meski tak mampu membeli Pajero atau Fortuner, Vino mengaku bangga memiliki Supra.

Kekecewaan Vino dan Penyesalan Ayu, Keduanya pun Putus
Ilustrasi putus via wikihow
Mengetahui gambar yang dikirim kekasihnya adalah Mobil Toyota Supra, Ayu langsung meminta maaf. Ia mengaku hanya bercanda tentang gebetan. Vino yang nampaknya telah sakit hati terhadap apa yang dilakukan Ayu, tak bisa begitu saja menerima bahwa semua itu hanya bercanda. Vino pun mengakhiri chat dengan mendoakan agar Ayu bahagia saat nanti naik Ninja, dan memutuskan hubungan mereka.  Ayu masih berusaha menjelaskan bahwa dirinya hanya bercanda dan mengaku masih sangat sayang pada Vino. Namun, pesan itu nampaknya tak lagi berbalas.

Pelajaran berharga dari kisah Vino ini , kita harus berhati-hati bahkan dengan orang yang kita sayangi. Sebab meski tidak semua, ada satu dua orang yang menjual cinta demi harta. Dan lagi, pepatah lama mengatakan bahwa “orang yang paling kita cintai adalah orang yang paling berpeluang melukai kita.” Karena itu, mencintai sewajarnya saja




Baca Juga :


Jumat, 21 April 2017

Inilah Hal Hal Yang Harus Diperhatikan Orang Tua Ketika Mau Memberi Gadget Kepada Anak…

Inilah Hal Hal Yang Harus Diperhatikan Orang Tua Ketika Mau Memberi Gadget Kepada Anak…
Sahabat, gadget hari ini tidak lagi menjadi benda asing dalam kehidupan sehari-hari. Fungsinya tidak hanya sebagai alat komunikasi tapi juga sebagai alat yang tak jarang digunakan untuk menghibur anak bahkan sedari anak baru lahir.

Padahal, penggunaan gadget tidaklah boleh serampangan kepada anak. Apalagi anak yang sedang dalam periode emas (golden period) yakni umur 0-5 tahun.

Anak yang sedang dalam periode emas tidak diperkenankan untuk terpapar gadget setiap harinya. Penggunaan gadget akan membuat sensor motorik dan kemampuan interpersonal anak menjadi lemah.

Di masa-masa emas, anak membutuhkan sesuatu yang dapat merangsang sensor motorik dan kemampuan interpersonalnya di kehidupan nyata. Selain membuat sensor motorik dan kemampuan interpersonal anak menjadi lemah, akibat lainnya adalah anak menjadi pasif dan sulit berbicara.

Anak di usia emas perlu untuk dibiarkan mengenal sesuatu yang nyata, bergerak aktif, dan meraba sesuatu yang riil. Jadi bukan hanya diajak mengetahui sesuatu yang hanya bisa ia ketahui dengan salah satu atau salah dua inderanya.

Tidak perlu menyesal jika sudah kadung memperkenalkan gadget kepada anak terlalu dini. Kurangi saja durasi penggunaannya dan pilih fitur yang berhubungan dengan angka, huruf, bentuk, dan warna.

Untuk anak usia 3-5 tahun penggunaan gadget perlu dibatasi maksimal satu jam setiap hari dengan jarak dari layar yang tidak terlalu dekat (minimal 30 cm dari layar). Pengaturan jarak pandang dengan layar gadget ini diperlukan karena perkembangan otot mata anak pada masa ini masih berkembang.

Selain itu, ketika mendampingi anak bermain dengan gadget perlu untuk mengenalkan anak bentuk nyata dari apa yang ia lihat di layar gadget.

Misalkan, jika anak sedang belajar mengenal buah-buahan maka setelah melihat dari layar gadget ajak buah hati memegang bentuk buah sebenarnya. Hal ini akan membuat sensor motoriknya juga bekerja.

Yang dikhawatirkan adalah jika anak sudah keranjingan dengan gadget karena telah familiar di masa kecilnya. Jika demikian yang sudah terjadi maka orangtua perlu berkaca bagaimana penggunaan gadget yang dilakukan orangtua.

Jika anak-anak terus-terusan memegang gadget bahkan ketika bersama orang tua maka orang tua janganlah selalu memegang gadget apalagi ketika bersama anak.



Baca Juga :



Jangan Biarkan Anak Keluar Rumah & Keluyuran Menjelang Maghrib, Inilah Bahayanya Menurut Islam !!!

Jangan Biarkan Anak Keluar Rumah & Keluyuran Menjelang Maghrib, Inilah Bahayanya Menurut Islam !!!
Pernah gak mendengar mitos berupa larangan untuk tidak membiarkan anak keluar rumah menjelang malam atau maghrib tiba? Seperti diganggu setan, atau mengharuskan menggendong bayi saat waktu ini tiba. Lantas, apakah ini benar?

Dikutip dari ruangmuslimah, Larangan ini ternyata benar sebab Allah menjadikannya secara syar’i yaitu melindungi anak dari gangguan setan adalah tidak membiarkan anak keluar rumah saat sore menjelang malam. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma berkata, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Jika malam telah tiba atau sore menjelang malam maka tahanlah anak-anak kalian (agar tidak keluar rumah) karena saat itu setan berhamburan. Jika waktu malam telah berlalu maka lepaskanlah mereka. Tutuplah pintu dan sebutlah nama Allah (membaca basmalah) karena sesungguhnya setan tidak akan dapat membuka pintu yang tertutup. Tutuplah bejana minum kalian dan sebutlah nama Allah, meskipun hanya dengan meletakkan sesuau diatasnya dan matikanlah lampu-lampu kalian.” (HR. Bukhari No. 5623 dan Muslim No. 2012).

Dalam riwayat lain disebutkan, dari Jabir berkata, Rasulullah SAW bersabda,“Janganlah kalian lepas binatang-binatang ternak kalian dan anak-anak kalian tatkala matahari tenggelam sampai berlalu kegelapan awal malam (antara waktu maghrib dan Isya’).” (HR. Bukhari 2380 dan muslim 2013)

Dari dua hadis diatas dengan jelas menyebutkan bahwa yang dimaksudkan ‘menahan anak-anak’ dengan melarang dan tidak melepas mereka keluar rumah tatkala awal malam.

An-nawawi menjelaskan, “Tahanlah anak-anak kalian” maksudnya laranglah mereka agar tidak keluar rumah ketika itu. “Karena setan sedang berkeliaran” maksudnya berbagai jenis setan berhamburan. Dikhawatirkan anak-anak akan mendapat gangguan setan di waktu itu karena banyaknya setan yang keluar saat itu. (Syarhun Nawawi Ala Muslim, 13:185)

Ibnu Hajar menjelaskan dengan menukil keterangan Ibnul Jauzi beliau berkata, “Anak-anak ditahan (tidak keluar rumah) di waktu itu karena najis yang disukai setan umumnya menempel pada tubuh mereka. Sementara dzikir yang melindungi seseorang dari setan, dilalaikan anak-anak secara umum.”

Saat setan berhamburan mereka akan bergelantungan di tempat apa saja yang dapat digantungi. Oleh karena itu anak-anak ditahan didalam rumah di waktu itu. Hikmah dibalik berhamburannya setan-setan di saat itu bahwasanya waktu malam, waktu yang lebih mudah bagi setan untuk bergerak daripada waktu siang.

Karena kegelapan dan sesuatu yang hitam merupakan cara setan untuk memperdaya manusia. Rasulullah SAW bersabda, “Apa yang dapat memutus shalat? Anjing hitam karena dia adalah setan.” (HR. Muslim) (Fathul Bari, 6: 341-342).



Baca Juga :



Subhanallah !! Tak Perlu Mesin Waktu, Berdoalah, Maka Takdirmu Akan Berubah .…

Subhanallah !! Tak Perlu Mesin Waktu, Berdoalah, Maka Takdirmu Akan Berubah  .…
Bagaimana doa bisa mengubah takdir, sedangkan takdir itu kan sudah ditentukan?

Ada berbagai hal menarik tentang rahasia jodoh, rezeki dan kematian yang mungkin perlu diketahui. Ada pula hal-hal yang memang sudah direncanakan dengan matang, namun ternyata saat hari H malah tak terjadi dan bahkan bisa dengan mudah terlupakan. Itulah yang dinamakan takdir manusia, dimana sudah ditetapkan oleh Sang Maha Kuasa.
Menjadi sebuah pertanyaan, takdir merupakan ketentuan Allah yang tidak bisa dirubah. Nah, betulkah semua bentuk takdir tak dapat dirubah?
Dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan bahwa taqdir yang Allah ta’aala telah tentukan bisa berubah. Dan faktor yang dapat mengubah taqdir ialah doa seseorang.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ (الترمذي)

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)

Betapa luar biasa kedudukan do’a dalam ajaran Islam. Dengan do’a seseorang bisa berharap bahwa taqdir yang Allah ta’aala tentukan atas dirinya berubah. Hal ini merupakan sebuah berita gembira bagi siapapun yang selama ini merasa hidupnya hanya diwarnai penderitaan dari waktu ke waktu.

Ia akan menjadi orang yang optimis. Sebab keadaan hidupnya yang selama ini dirasakan hanya berisi kesengsaraan dapat berakhir dan berubah. Asal ia tidak berputus asa dari rahmat Allah ta’aala dan ia mau bersungguh-sungguh meminta dengan do’a yang tulus kepada Allah ta’aala Yang Maha Berkuasa.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az-Zumar 53-54)

Demikianlah, hanya orang yang tetap berharap kepada Allah ta’aala saja yang dapat bertahan menjalani kehidupan di dunia betapapun pahitnya taqdir yang ia jalani.

Ia akan senantiasa menanamkan dalam dirinya bahwa jika ia memohon kepada Allah ta’aala dalam keadaan apapun, maka derita dan kesulitan yang ia hadapi sangat mungkin berakhir dan bahkan berubah.

Sebaliknya, orang yang tidak pernah kenal Allah ta’aala dengan sendirinya akan meninggalkan kebiasaan berdo’a dan memohon kepada Allah ta’aala. Ia akan terjatuh pada salah satu dari dua bentuk ekstrimitas.

Pertama, ia akan mudah berputus asa. Atau kedua, ia akan lari kepada fihak lain untuk menjadi sandarannya demi merubah keadaan. Padahal begitu ia bersandar kepada sesuatu selain Allah ta’aala –termasuk bersandar kepada dirinya sendiri- maka pada saat itu pulalah Allah ta’aala akan mengabaikan orang itu dan membiarkannya berjalan mengikuti situasi dan kondisi yang tersedia.

Sedangkan orang tersebut dinilai sebagai seorang yang mempersekutukan Allah ta’aala dengan yang lain. Berarti orang tersebut telah jatuh ke dalam kategori seorang musyrik.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman, “Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mu’min : 60)

Dan yang tidak kalah pentingnya bahwa seorang muslim tidak boleh pernah berhenti meminta kepadaNya, karena sikap demikian merupakan suatu kesombongan yang akan menjebloskannya ke dalam siksa Allah ta’aala yang pedih. Maka Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدْعُ اللَّهَ غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ

Barangsiapa tidak berdo’a kepada Allah ta’aala, maka Allah ta’aala murka kepada-Nya.” (HR Ahmad 9342)

Saudaraku, janganlah berputus asa dari rahmat Allah ta’aala. Bila Anda merasa taqdir yang Allah ta’aala tentukan bagi hidup Anda tidak memuaskan, maka tengadahkanlah kedua tangan dan berdo’alah kepada Allah ta’aala. Allah ta’aala Maha Mendengar dan Maha Berkuasa untuk mengubah taqdir Anda.

Barangkali di antara do’a yang baik untuk diajukan sebagai bentuk harapan agar Allah ta’aala mengubah taqdir ialah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang mana ia merupakan penjaga perkaraku. Perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah akhiratku untukku yang di dalamnya terdapat tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah matiku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.” (HR Muslim 4897)

Oleh karena itu marilah kita banyak berdo’a, bersodaqoh,bersilaturrahmi, birrul Walidain serta mengamalkan kebaikan- kebaikan lainnya serta berusaha dan berikhtiyar tanpa henti, mudah- mudahan ada bagian takdir buruk kita yang bisa dihapuskan dan digantikan Allah tersebab amaliyah- maliyah dan segala ikhtiyar kita tersebut serta menggantinya dengan kebaikan- kebaikan dan keberhasilan.



Baca Juga :



Kamis, 20 April 2017

Renungan Ibu Yang Sangat Pilu :” Ya Allah, Aku Lelah, Pensiunkan Saja Diriku Menjadi Seorang Ibu”

Renungan Ibu Yang Sangat Pilu :” Ya Allah, Aku Lelah, Pensiunkan Saja Diriku Menjadi Seorang Ibu”
Apa yang salah dari seorang wanita? Menjadi seorang wanita yang dicintai dan mampu menjadi primadona bagi setiap lelaki. Ah, sungguh sangat membahagiakan sekali jika mampu dicintai seperti itu. Menjadi seorang wanita juga mampu menjadikan seseorang yang awalnya keras dan ingin menang sendiri, lama kelamaan akan menyerah dan mengisi hatinya dengan berbagai pengorbanan.

Itulah bagaimana hebatnya seorang istri yang menjadikan seorang lelaki berubah menjadi lembut dan penuh akan tanggung jawab kepada buah hatinya. Sebuah hal hebat yang tak akan mampu dilakukan oleh orang lain, dimana menjadi istri sekaligus ibu adalah ibadah yang luar biasa. Akan tetapi di lain sisi, masih banyak wanita yang merasa jikalau hidupnya habis dengan mengurusi rumah tangga, sehingga ada kalanya pada waktu tertentu, seseorang tersebut merasakan lelah hati dan juga jasmani. Mungkin begitu pula dirimu wahai wanita yang sesekali merasa kalau dirimu telah berusaha sekuat tenaga sampai dimana batasmu kini telah datang.


Bayiku sakit, tiap malam aku begadang, suamiku asyik ngorok, huh aku cape sendiri, sebel,” ujarnya.

Anakku gak nurut banget, apa-apa ngelawan, aku cape ngomong ke dia,” tukas yang lainnya.

Ah, aku lelah, anakku gak bisa diem, rumah berantakan terus, kerjaan rumah gak beres-beres, suami gak ngerti-ngerti, minta dilayani itu ini, pokoknya aku lelah,” seru seorang ibu.

Hmm, ‘Aku lelah jadi ibu’. Kalimat yang tak seharusnya dipikirkan, dituliskan maupun dikatakan. Mengapa? Karena jadi seorang ibu adalah pilihan. Sebelum menikah harusnya sudah siap dengan segala resiko jadi istri juga jadi ibu.

Jadi ibu itu ya repot. Harus repot. Anak masih bayi, repot. Tumbuh besar juga repot. Kecuali punya ilmu jadi ibu, semua kerepotan itu bisa diatasi dan dinikmati.

Jika seorang ibu bekerja, bicara aku lelah, dia bisa minta resign ke bosnya. Jika seorang ibu bicara lelah jadi ibu, artinya dia berdo’a, “Ya Allah pensiunkan saja hamba jadi ibu.” Minta pensiun jadi ibu, kalau malaikat maut menjemput ibu atau menjemput anak. Setiap pekerjaan pasti melelahkan. Jadi ibu adalah pekerjaan yang teramat mulia. Sehingga Surga ada di telapak kaki ibu. Jejak ibu begitu bermakna untuk hidup anaknya sehingga diberikan surga jaminannya. Jika ibu lelah, apalagi menyerah, apa yang terjadi dengan jejak yang akan ibu tinggalkan pada bayinya atau anak-anaknya. Ibu yang heboh dengan lelahnya, artinya belum selesai dengan dirinya.


Ibu yang belum selesai dengan dirinya sendiri, akan berat menyelesaikan tugas melakukan pendampingan bermutu pada buah hati. Jika terasa lelah, bicara dengan suami, selesaikan masalah dengan bicara, temukan solusi segera. Anak-anak butuh ibunya.
Jika lelah, segera bangkit berwudlu dan shalatlah. Jika lelah, bersabarlah. Ibu adalah karier tertinggi yang sudah kita pilih. Jalani penuh kesabaran, tawakal kepada Allah. Ibu, jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu. Bangkit, berpikir positif, tersenyumlah, lelah ini akan berbuah manis dikemudian hari, jika kita lalui dengan ilmu dan senang hati.






Baca Juga: